IMUNISASI TAMBAHAN ORI DIFTERI DI SDN SUMBER ANOM

Imunisasi tambahan ORI (Outbreak Respon Immunization) Difteri ini akan menyasar ke ±1205 ribu warga masyarakat desa Sumber Anom dengan rentang umur satu sampai 19 tahun.
Imunisasi tambahan difteri akan dilaksanakan pada sekolah-sekolah Dasar, Menengah sampai dengan sekolah Menengah Atas dengan melibatkan petugas Puskesmas Desa dengan dibantu Mahasiswa KKN 206 Unej.
Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Ada sejumlah cara penularan yang perlu diwaspadai, seperti:
 Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk. Ini merupakan cara penularan difteri yang paling umum.
 Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk.
 Sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.
Bakteri difteri akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati. Sel-sel yang mati inilah yang akan membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan. Di samping itu, racun yang dihasilkan juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf.
Terkadang, difteri bisa jadi tidak menunjukkan gejala apapun sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi. Apabila tidak menjalani pengobatan dengan tepat, mereka berpotensi menularkan penyakit ini kepada orang di sekitarnya, terutama mereka yang belum mendapatkan imunisasi. Untuk itu, bila belum terlambat disarankan untuk segera melakukan imunisasi. Namun jika sudah tertular penyakit difteri, maka harus segera ditangani medis pada rumah sakit terdekat. (Sabtu, 11 agustus 2018)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar